Proses Identifikasi Korban Bencana #PrayForAirAsia

Teruntuk para penumpang dan awak pesawat #QZ8501 beserta keluarga. Semoga para korban mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

Hilangnya pesawat #QZ8501  telah membuat hati masyarakat Indonesia terluka. Sebanyak 162 orang belum diketahui nasibnya secara pasti. Hari ini, beberapa jasad yang diduga sebagai korban kejadian ini, telah ditemukan. Apa saja proses yang dilalui dalam identifikasi jenazah korban massal dalam sebuah bencana? Berikut adalah tahapan yang dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI). Semoga artikel singkat ini bisa sedikit membantu memahami proses identifikasi korban.

Proses identifikasi jenazah dalam sebuah bencana dibagi menjadi empat fase.

1. Fase Scene

Fase scene (tempat kejadian) merupakan sebuah proses di mana pihak berwenang (tim DVI, penyidik, dan pihak pemerintah lain yang berkepentingan) menganalisis situasi yang diduga sebagai tempat kejadian. Mereka akan menentukan keamanan tempat tersebut bagi para penyelamat yang akan dikirim. Setelah  tempat kejadian dinyatakan aman, para penyelamat dan investigator lain dapat memasuki wilayah tersebut.

2. Fase Post-mortem

Setelah jasad ditemukan dan dibawa ke tempat yang dipilih pihak berwenang/pemerintah, dilakukan pemeriksaan post-mortem. Pemeriksaan ini meliputi fotografi, sidik jari, radiologi (foto polos/x-ray), odontologi (ilmu gigi geligi), pengambilan sampel DNA, dan otopsi.

3. Fase Ante-mortem

Fase ini merupakan fase di mana keluarga dapat memberikan banyak bantuan kepada tim DVI. Petugas akan mewawancarai keluarga korban dan membuat laporan ante-mortem. Pertanyaan yang diajukan biasanya berupa deskripsi orang hilang, perhiasan, pakaian, atau barang pribadi lain yang mungkin korban bawa sebelum kejadian. Petugas dapat pula meminta izin untuk memeriksa barang-barang yang sering digunakan korban untuk mendapatkan profil DNA korban. Selain itu, keluarga juga biasanya diminta untuk memberikan sampel DNA sehingga mempermudah dalam mengetahui hubungan keluarga dengan korban. Detil mengenai korban (info medis dan riwayat perawatan gigi, termasuk nama/lokasi dokter/dokter gigi yang pernah dikunjungi) dapat membantu tim DVI.

4. Fase Rekonsiliasi

Fase ini meliputi pencocokkan data post-mortem dan ante-mortem untuk mengidentifikasi para korban. Bila tim DVI sudah yakin mengenai identitas satu orang, maka nama orang tersebut biasanya akan dicantumkan dalam Papan Identifikasi (Identification Board). Nama yang dapat dicantumkan di papan tersebut merupakan keputusan Coroner (atau pejabat berwenang). Jenazah akan diserahkan kepada keluarga bila semua korban telah diidentifikasi secara saksama. Semua usaha identifikasi ini tentu harus dilakukan dalam waktu sesegera mungkin.

Semoga informasi kecil ini dapat membantu keluarga memahami proses identifikasi korban. #PrayForAirAsia

Sumber: Interpol DVI Guide

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s